Berita Terkini || Benarkah @TrioMacan2000 Akun Bayaran?

Baru-baru ini dunia maya khususnya media social Twitter digegerkan dengan ulah sebuah akun anonim bernama @TrioMacan2000. Seperti dalam jargon sebuah iklan, “kesan pertama begitu menggoda”, dengan menggunakan photo profile seorang gadis cantik saya langsung terkesan dengan isi twit @TrioMacan2000. Bahkan, pertama kali saya baca ‘kultwit’ (kuliah twitter) saya benar-benar dibuat terperangah. Bagaimana tidak, sebuah akun twitter yang setiap menit mengupas kasus-kasus kaliber besar dengan sangat vulgar tentunya bukan hal lumrah di negara ini. Beberapa saat saya baca ‘favourite twits’ dari akun tersebut, luar biasa semua berisi ulasan-ulasan kasus yang sedang ‘happening’ di Indonesia.

http://dimanja.info

Namun, sejak sekitar 1 bulan terakhir saya merasa ada yang tak beres dengan akun @TrioMacan2000 ini. Keanehan tersebut berawal dari kultwitnya tentang sosok Anas Urbaningrum. Memang tak ada yang salah mengupas tentang sisi baik seorang tokoh, yang kebetulan sedang gencar-gencarnya jadi sorotan media karena dugaan korupsi pembangunan sport center Hambalang, sah-sah saja mengenai hal itu. Namun jika dicermati setiap kali @TrioMacan2000 mengupas tentang sosok Anas Urbaningrum, nada bicara dan konteksnya sangat jauh berbeda dengan ketika dia menulis twit tentang kasus hukum dan menyoroti tokoh-tokoh politik nasional lainnya.

Bahkan, seringkali dia menekankan bahwa pemberitaan mengenai Anas merupakan sebuah trial by press, character assasination dan sebagainya. @TrioMacan2000 sangat jelas terlihat sedang mati-matian membela sosok Anas ditengah dugaan kuat publik akan keterlibatannya dalam kasus-kasus hukum di KPK. Ini suatu hal yang sangat janggal jika melihat track record @TrioMacan2000 selama ini yang tak pernah sekalipun membela orang segetol ini. Apakah ini murni sebuah idealisme demi memberikan pencerahaan pada masyarakat ataukah ada motivasi lain?

SIAPA @TRIOMACAN2000?

Saya tak tau persis kapan akun ini dibuat, namun sekitar 1 tahun belakangan memang sudah cukup mencuri perhatian khalayak karena mungkin inilah satu-satunya akun anonim yang ‘konsisten’ mengupas konspirasi kejahatan ‘kerah putih’, indikasi kasus korupsi, untold story tentang tokoh-tokoh nasional dan sebagainya. Saya sendiri tahu akun ini sekitar 3-4 bulan lalu karena diberitahu oleh seorang teman kuliah via status Facebook saya. Saat itu, follower @TrioMacan2000 masih 30 ribuan, tergolong sedikit dibanding saat ini yang mencapai 117.000 follower.

Semenjak insiden ‘pelabrakan’ Umar Syadat (staf khusus mendagri) identitas para admin (operator) akun @TrioMacan2000 mulai terungkap. Kerahasiaan identitas yang tadinya dijadikan ciri khas akun anonim @TrioMacan2000 perlahan mulai terkuak. Adalah Raden Nuh, seorang mantan aktivis HMI dan mantan petinggi BUMN yang ditengarai menjadi salah satu otak dibelakang akun @TrioMacan2000, dan beberapa orang lain (ada yang menyebut 3-9 orang) yang ditengarai menjadi operator yang bertugas dari mengumpulkan bahan sampai menulis twit setiap menit.

DAYA TARIK LUAR BIASA

Pesatnya perkembangan ‘pengikut’ @TrioMacan2000 tak lepas dari daya tariknya yang luar biasa bagi para pemerhati isu-isu nasional berbasis media online dan media sosial. Daya tarik tersebut muncul karena @TrioMacan2000 secara ‘konsisten’ mengupas berbagai kasus yang ’sexy’ serta seringkali mengumbar cerita mengenai sisi gelap tokoh-tokoh nasional mulai dari pejabat, publik figur sampai pengusaha konglomerat. Di negara ini, dimana era keterbukaan informasi baru saja dimulai, memperoleh informasi sensitif semacam ini merupakan barang langka. Siapapun yang berani dan mampu memberikan informasi terbuka di tengah kooptasi media berbasis rating dan tendensi media politik yang cenderung tak berimbang akan dengan mudah menjadi pusat perhatian massa.

Kemampuan disertai keberanian @TrioMacan2000 mengupas isu-isu sexy yang serta merta bisa membuat mata para twips terbelalak betah membaca setiap twit-nya. @TrioMacan2000 tau betul bagaimana memainkan peran media sosial seperti twitter untuk menarik perhatian publik, sekaligus memanfaatkannya untuk pembentukan opini publik yang telah terbukti efektif (setidaknya sampai beberapa hari yang lalu, sebelum banyak para followernya yang mulai berubah pandangan). Konsumen berita yang sudah mulai jenuh dengan isi dan penyajian berita yang itu-itu saja karend masih tetap dibungkus dengan keterbatasan data dan info serta sarat kepentingan mulai beralih menggunakan twit @TrioMacan2000 sebagai referensi informasinya. Daya tarik lainnya yang tak kalah hebat adalah sifat informasi dan data yang disajikannya. @TrioMacan2000 dikenal sebagai akun anonim yang sangat lihai memperoleh data-data yang bisa dibilang top secret dan bersifat ekslusif. Data yang dihimpun tak main-main, mulai dari data intleijen, data dari istana negara, penegak hukum, sampai kehidupan pribadi seseorang bisa didapatnya. Banyak yang mengira mereka memperoleh data dari sebuah jaringan ‘intelijen sipil’, adapula yang beranggapan dia memperoleh informasi dari bocoran internal institusi partai, negara , dan penegak hukum.

MOTIVASI

Tak sedikit para follower yang selalu bertanya kepada @TrioMacan2000, apa profesinya sehingga bisa meluangkan waktu hampir 24 jam 7 kali seminggu cuma mengurusi sebuah akun anonim. Tentu menjadi pertanyaan besar, bahwa ada seseorang atau sekelompok orang yang rela menghabiskan waktunya menuliskan cerita-cerita panjang dan menanggapi para komentator dengan setia selama berjam-jam tanpa mengenal lelah adalah hal yang patut dicari jawabannya. Pubik tentunya cukup cerdas mencerna ini semua, bahwa dibalik fenomena @TrioMacan2000 ada banyak hal yang layak dipertanyakan.

Atas pertanyaan pertanyaan tersebut, seringkali hanya dijawab ringan oleh @TrioMacan2000. Jawaban yang sebenarnya tak menjelaskan apa-apa mengenai apa motif mereka, apa tujuannya, lalu apa latar belakang mereka mengoperiasikan akun @TrioMacan2000. Jawaban yang sebenarnya tak lebih sebagai pengalihan pertanyaan saja. Mereka seperti sekelompok manusia yang tak butuh beraktifitas normal, yang cukup hidup dari mengetik tuts keyboard atau layar sentuh iPad dan menyebarkan berbagai infoarmasi yang menurut mereka berguna bagi masyarkat. Mereka seperti orang-orang yang cukup kenyang perutnya dengan mendapatkan perhatian dan menciptakan sensasi.

Sungguh terlalu naif, jika mempercayai begitu saja bahwa mereka ini adalah sekumpulan ‘malaikat’ pembela kebajikan dan penumpas kejahatan ala film superhero yang rela setiap jam hidupnya yang seharusnya bisa dijadikan waktu mencari penghidupan dengan beraktivitas layaknya orang normal. Jika saja akun anonim tersebut memposting sebuah isu setidaknya 1 minggu sekali, mungkin publik masih bisa memaklumi. Namun jika setiap menit bisa mereka manfaatkan sebagai ajang bersosialisasi dengan para ‘fans’ nya dengan berbagai isu dan cerita tentunya akan mengundang pertanyaan. Bahkan saya sangat yakin, anggota LSM penggiat korupsi macam Indonesian Corruption Watch (ICW) pun sepertinya tak segila itu dalam bekerja menyuarakan gerakan pemberantasan korupsi.

Saya coba sedikit menganalisis berdasarkan pengamatan saya selama 3 bulan menjadi follower @TrioMacan2000 (sebelum akhirnya di block karena insiden kultwit ’si kumis’). Sejak @TrioMacan2000 aktif menyuarakan pembersihan nama Anas Urbaningrum melalui berbagai kultwitnya yang intinya ingin agar masyarakat tak menghakimi Anas atas keterlibatannya dalam mega korupsi Hambalang dan Wisma Atlit, saya mulai sedikit melihat ada sebuah pola yang dimainkan oleh @TrioMacan2000. Dalam berbagai tulisannya mengenai Anas Urbaningrum, @TrioMacan2000 sangat terlihat jelas sedang membela habis-habisan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.

Bahkan @TrioMacan2000 berani pasang badan bahwa anas 1000% tidak menikmati 1 rupiah pun uang korupsi proyek-proyek tersebut. @TrioMacan2000 selalu berdalih bahwa media sudah menghakimi Anas, dan momentum ini sudah dimanfaatkan oleh para kubu internal demokrat dan eksternal yang mulai tak suka dengan kiprah Anas yang terbilang moncer semenjak masuk di partia Demokrat. Kubu yang dinilai paling getol menyerang Anas adalah Ketua Dewan Pembina Partai (SBY) dan mayoritas para fungsionaris senior Demokrat, ditambah beberapa pihak eksternal seperti lawan politik demokrat macam Ical. Intinya, bagi @TrioMacan2000 Anas tak lebih dari sekedar pahlawan yang sedang teraniaya oleh konspirasi politik tingkat tinggi. Pembelaan tersebut sebenarnya bukan hal yang aneh dan berlebihan, namun jika membaca dengan cermat bagaimana @TrioMacan2000 mengungkapkannya terlihat jelas bahwa dia sedang pasang badan dan menanfaatkan popularitasnya untuk membentuk sebuah opini positif untuk Anas Urbaningrum.

Terlepas dari kuat atau tidaknya bukti keterlibatan anas yang sudah terlanjur di blow up berbagai media nasioanal, sosok Anas tentunya sudah menjadi public enemy bagi sebagian masyarakat. Posisi inilah yang harus segera diselamatkan oleh Anas. Jika media mainstream dan penegak hukum sudah tak mampu dikendalikan, maka media alternatif dirasa cukup untuk setidaknya membentuk opini tandingan yang nantinya mungkin bisa bermanfaat untuk mengurangi tekanan publik terhadap penegak hukum agar memproses kasus Hambalang dan Wisma Atlit yang mengarah ke Anas.

Publik tentunya masih ingat betapa kekuatan media sosial sudah terbukti membebaskan Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto dari jeratan kasus dugaan suap dan pemerasan yang melibatkan Anggodo Widjojo. Terlepas dari materi dan fakta hukum yang sebenarnya, setidaknya fenomena kekuatan opini massa sudah terbukti mampu mematahkan kekuatan institusi hukum yang dianggap dzalim. Disinilah posisi strategis media sosial bernama twitter dalam posisi amunisi paling efektif menggalang opini dan pencitraan posisif untuk menyeimbangkan pemberitaan dan penghakiman media. Disinilah peran akun anomin macam @TrioMacan2000.

Berangkat dari indikasi tersebut, saya mulai kritis terhadap setiap informasi dan cerita dari @TrioMacan2000. Saya mulai bertanya, apa motifnya, darimana mereka memperoleh data, tingkat kesahihan informasi yang diungkapkan, serta berbagai kejanggalan dalam pengungkapan kasus-kasus serta aib para pejabat dan tokoh nasional.

Menurut analisis saya, ada dua macam data dan informasi yang dipaparkan @TrioMacan2000. Pertama adalah data sahih, yaitu data dan informasi yang diperoleh langsung melalui tim mereka maupun didapat dari pihak ketiga berupa akses ke pusat-pusat kekuasaan dan internal penegak hukum. Kedua, data sampah yang tak lebih berisi informasi yang lemah serta bersifat mentah yang berasal dari hasil analisis sepihak dan informasi dari pihak ketiga yang sumbernya tak bisa dipertanggungjawabkan serta sengaja diungkapkan untuk tujuan tertentu, contohnya: informasi negatif tentang Jokowi sebenarnya adalah info dari sebuah blog yang sudah ditulis sekitar 1-2 bulan lalu, sedangkan baru ditulis @trioMacan2000 hari ini dan disebutkan sebagai data yang dikumpulkan di Tim mereka .

Disinilah letak kelihaian @TrioMacan2000, yaitu dengan menggunakan isu-isu dan data kasus yang diketahui publik secara umum (media mainstream) untuk dijadikan alat pembenaran data dari kasus lain yang bersifat mentah dan masih abu-abu agar terkesan sama sahihnya dengan data yang sudah diungkapkan sebelumnya. Singkat kata, @TrioMacan2000 menggunakan informasi mainstream yang relatif mudah diakses dan dianalisis secara awam oleh publik untuk menggeneralisasi agar terkesan bahwa semua yang diungkapkan @TrioMacan2000 adalah data yang sangat valid dan teruji kebenarannya. Seandainya ada 10 kasus yang diungkap, 2-3 diantaranya merupakan kasus mainstream yang info dan datanya valid sedangkan sisanya merupakan kasus sampah dengan harapan bahwa publik akan terlanjur menganggap bahwa semua informasi dan data yang diungkapkan @TrioMacan2000 adalah akurat dan sahih.

Sebenarnya jika jeli mengikuti setiap kutwit (kuliah twitter) maka anda akan menemukan adanya kontradiksi dan kejanggalan. Ditambah lagi counter opinion yang juga sering ditulis oleh beberapa tweeps yang memiliki data pembanding yang saya nilai labih bisa dipertanggungjawabkan. Kenapa saya bisa menilai bahwa data pembanding tersebut bisa dipertanggungjawabkan? Karena saya seringkali mendapati saat @TrioMacan2000 didebat pihak lain yang menyajikan data dan argumen, @TrioMacan2000 tidak bisa menjawabnya dengan memuaskan dan terkesan cuma berputar-putar pada argumentasinya dan jawaban retorika belaka. Contoh kasus adalah saat @TrioMacan2000 memblow up Mafia Impor Minyak Petral Ltd, saat itu ada seorang yang memaparkan komparasi standar harga minyak dunia dgn ICP versi @TrioMacan2000.

Lalu bagaimana reaksi @TrioMacan2000? Dia hanya berputar-putar mempertahankan data yang dimilikinya tanpa menyentuh substansi masalah mengenai perbedaan data pembanding harga minyak. Kalo udah mentok, solusi dari @TrioMacan2000 adalah menghentikan adu argumentasi dan mem block akun orang tersebut (termasuk yang tejadi pada saya beberapa hari lalu) Dari situ bisa saya simpulkan, bahwa @TrioMacan2000 selama ini hanya memperoleh data mentah tanpa dianalisis secara komperhensif dan objektif lalu diungkap ke media secara serampangan. @TrioMacan2000 hanya mengejar sensasi bombastis sebuah isu dengan berharap mendapat perhatian publik dan media, namun lalai menjaga objektivitas data dan informasi yang diungkapkannya sendiri.

Sesumbar @triomacan2000 tentang seringnya menurunkan Tim pencari data dan bukti di lapangan terkait kasus yang sedang dibahasnya tak lebih dari isapan jempol pemanis saja. Saya bisa katakan itu bualan besar dan terus diulang-ulang. Bualan tersebut dibuat agar pembaca terkesan akan totalitas dan militansi sekelompok orang yang mengaku pemberantas korupsi

Kejanggalan lain pun mulai terlihat pada momen Pilgub DKI yang sedang hangat jadi konsumsi media akhir-akhir ini. Seperti yang saya sudah tuliskan sebelumnya dimana saya paparkan kontradiksi tulisan pada kultwit @TrioMacan2000 beberapa saat menjelang Pilgub Putaran ke-1, dan perubahan drastisnya pada Putaran ke-2. Saya menyimpulkan, ada sesuatu yang merubah secara drastis dan sesuatu itu adalah ‘tawar menawar harga’.

Lalu kemudian kita bertanya lagi, jika memang dia punya bukti-bukti kuat tentang kasus korupsi kenapa tak ada satupun info dan datanya yang dijadikan penegak hukum (Polisi, Jaksa, KPK) sebagai bahan awal penyelidikan. Jawaban @TrioMacan2000 selalu retoris, “Karena para penegak hukum sudah terkontaminasi tidak terkecuali KPK…bla…bla..bla”….hmmmmm.

KESIMPULAN ANALISIS

Berdasarkan analisis saya tersebut, bisa saya simpulkan beberapa hal berikut:
  1. Akun @TrioMacan2000 dibuat oleh sekelompok orang yang ingin memperoleh keuntungan ekonomis dari pengungkapan informasi tentang kasus korupsi dengan cara memperjualbelikan opini publik.
  2. Modus @TrioMacan2000 adalah membentuk opini dengan mengungkap indikasi-indikasi korupsi calon korbannya, lalu sengaja memberikan waktu agar korbannya terpancing, dan ketika sang korban sudah sangat gerah dengan ekspose media dan publik maka uang yang akan berbicara.
  3. Data yang diungkap @TrioMacan2000 bukanlah data intelijen seperti yang banyak dikira orang, namun sebatas bocoran info dari akses-akses mereka pada institusi politik dan penegak hukum RI yang bersifat mentah dan tak sepenuhnya akurat namun dibungkus dengan argumentasi yang kuat seolah data tersebut valid.
  4. Tujuan besar akun @TrioMacan2000 adalah memposisikan diri sebagai media opini yang sangat kuat pada hajatan pilpres 2014 mendatang, dimana dengan popularitasnya mereka akan memperjualbelikan opini kepada siapa saja kandidat yang berani membayar mahal. Dengan followernya yang kini sudah mencapai angka 117.000, kemungkinan akan masih terus bertambah sampai 2 tahun mendatang menjelang Pilpres. Katakanlah 2 tahun mendatang @TrioMacan2000 sanggup merangkul 300.000 follower atau mungkin bisa mencapai 500.000, maka@TrioMacan2000 adalah media yang sangat efektif untuk menyebarkan opini positif/negatif dengan sangat cepat. Tinggal siapa faksi politik yang berani bayar mahal…hmmmmm…
Judul: Berita Terkini || Benarkah @TrioMacan2000 Akun Bayaran?
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Rina Geg
DOWNLOAD BOKEP INDONESIA
DOWNLOAD BOKEP INDONESIA

Artikel Terkait Lainnya :



Belum ada komentar untuk "Berita Terkini || Benarkah @TrioMacan2000 Akun Bayaran? "

Poskan Komentar

Google+ Followers