Artikel Terkini || Waspada bagi remaja modus asmara online

Update Harian Malam| Kembali alamatkonyol berbagi harian terunik dan  kumpulan Artikel  Kali alamatkonyol akan memberikan postingan artikel yang berjudul : Waspada bagi remaja modus asmara online
http://alamatkonyol.blogspot.com/2013/03/update-harian-pagi-kembali-alamatkonyol.html

Alamatkonyol -- Kasus pencabulan dan pemerkosaan yang berawal dari perkenalan antara korban dan pelaku di situs jejaring sosial, semakin marak terjadi. Kasus terbaru menimpa NR (16). Kopi darat antara korban dan kenalannya di Facebook berujung pada pemerkosaan massal oleh sembilan orang di Jembatan Kota Sidomuncul, Jalan Pamitraan, Cijantung, Jakarta Timur pada Sabtu 9 Maret 2013 lalu. Menanggapi fenomena ini, praktisi dan pemerhati Anak, Arist Merdeka Sirait menilai ada tren baru pemanfaatan situs jejaring sosial untuk melakukan kejahatan. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) tersebut, menyebut fenomena ini dengan nama "Asmara Online". Jenis kejaharan ini terjadi dipicu kebosanan anak di rumah sehingga mencari pelampiasan lewat teman di situs jejaring sosial. Berikut petikan wawancara Okezone dengan Arist Merdeka Sirait yang tengah beraktivitas di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Bagaimana Abang melihat fenomena pencabulan berawal kenalan di media sosial Facebook? Sekarang ada tren baru yang disebut asmara online. Jadi asmara online ini sedang berkembang dalam situs jejaring kita. Nah inilah yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin merusak masa depan remaja kita. Pelaku biasanya dengan online itu bisa mengetahui kalau sasarannya sedang mengalami masa-masa di mana orang sekarang menyebutnya Bete. dia (sasaran) juga diketahui tidak punya komunikasi yang baik dengan orang tua dan itu yang dimanfaatkan. Sehingga ruang kosong itu, diisi oleh pelaku lewat online. Mereka (sasaran) biasanya terjebak janji dan bujuk rayu ketika di rumahnya tidak nyaman lagi. Itu strategi pelaku untuk menjerat anak-anak kita, remaja kita. Dengan adanya pendekatan yang sifatnya online, dengan waktu intens seminggu saja, orang bisa mudah terjebak. Karena tadi, karena memang di rumah relasinya sedang kurang baik. Hukuman yang setimpal untuk pelaku seperti ini? Itu kan perbuatan biadab dan diluar akal sehat manusia. Penegak hukum harus lihat juga, apa itu dilakukan dengan berencana atau tidak. Jadi hukumannya harus dengan berat. Dari fenomena ini, bisa juga disebut anak mudah terjebak dengan media sosial, online? Harusnya ada pengetahuan yang diberikan dalam penggunaan situs jejaring secara sehat. sekarang ini kan tidak diberikan dengan cukup. Dan disini lah peluang orang. Ketika hubungan komunikasi anak dengan orang tua sedang terputus, mereka (pelaku) memanfaatkan dan dimasukan tipu muslihat kepada anak itu. Apa perlu orang tua memantau anaknya lewat situs jejaring sosial juga? Nggak juga. Itu tidak bisa dilakukan tiap hari. Tapi yang terpenting adalah bagaimana dilakukan komunikasi di rumah, bagaimana menciptakan ketahanan di rumah dengan komunikasi. Membuat rumah yang ramah untuk anak. Itu yang harus diciptakan. Tidak perlu kontrol over-protective. Artinya harus ada trust untuk membangun hubungan, relasi yang baik dengan anak. Melihat kasus pemerkosaannya, ini pelaku lebih dari satu, dan pelaku ada anak-anak juga. Kenapa mereka bisa melakukan hal seperti itu? Iya tadi itu, karena pertahanan rumah. Pendidikan nilai moral sudah tidak ada. Ini juga karena gaya hidup yang membuat anak-anak diluar kontrol. Masalah finansial juga bisa menjadi sebab, ketika kebutuhan di rumah tidak dipenuhi. Lalu juga gaya hidup. Gaya hidup seperti apa bang? Ya, gaya hidup yang seperti, anak-anak sekarang itu kalau pergi kemana-mana, dan gaya hidup yang lainnya. Lifestyle juga, seolah-olah seks menjadi bebas. Lifestyle itu yang tidak dipahami dan tidak cukup soal pengetahuan itu. Apa karena anak-anak meniru hingga bisa melakukan itu? Bisa jadi, selain punya hak bermain, itu juga karena meniru, imitasi dari yang pernah dia lihat. Kalau dilihat, apa ada kesalahan sistem dari adanya situs jejaring ini? Saya melihat ada ketidaksiapan menerima teknologi. Teknologi yang ada sekarang lebih banyak negatif daripada positifnya, itu yang terlihat. Karena itu, perlu diberdayakan. Teknologi memang tidak boleh ditolak, tapi bagaimana kita berdayakan orang untuk menggunakan teknologi secara positif.


Judul: Artikel Terkini || Waspada bagi remaja modus asmara online
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Ditulis Oleh Rina Geg
DOWNLOAD BOKEP INDONESIA
DOWNLOAD BOKEP INDONESIA

Artikel Terkait Lainnya :



Belum ada komentar untuk "Artikel Terkini || Waspada bagi remaja modus asmara online"

Poskan Komentar

Google+ Followers